Langit sore
memancarkan keindahannya, aku terduduk diam di dekat jendela rumah ku,
memandang keindahan alam disore hari. Namaku Niva Liyanta, aku seorang siswi
SMA kelas 3. Hidupku dipenuhi dengan mimpi - mimpi yang tidak pasti. Namun aku
percaya bahwa hidup itu berawal dari mimpi. Salah satu mimpiku adalah melihat
keindahan langit sore di kota Seoul, Korea Selatan. Entah bagaimana perasaanku
nanti saat mimpi itu menjadi nyata. Hanya dengan berdo'a dan berusaha, jadi
mimpi itu tidak ada yang tidak mungkin.
Aku memiliki
banyak sekali sahabat namun hanya ada dua sahabatku yang memiliki mimpi yang
sama denganku yaitu Yerin dan Vivi. Kami bertiga sangat berambisi untuk bisa
pergi travelling ke negeri gingseng itu. Kami sering sekali menghabiskan waktu
bersama dengan mengkhayal bersama. Hanya dengan mengkhayal saja sudah membuat
kami sangat bahagia. Apa lagi jika nanti semua itu benar - benar terjadi.
Pada suatu
hari, Vivi sedang asyik memainkan handphone nya, tiba - tiba ia berteriak.
"ahhhh
nivaaa!!!!!" teriak Vivi yang membuat kaget seisi kelas.
"ada apa sih
vi??"
"Niv liat deh ada
lomba pidato bahasa korea dan hadiahnya bisa jalan - jalan ke korea"
"ahh yang bener
vi??"
Saat aku melihat
handphone Vivi, aku pun langsung berteriak histeris. Aku langsung memanggil
Yerin, agar Yerin juga ikut histeris. Saat Yerin tahu informasi itu kami
bertiga langsung berteriak histeris. Kami melihat dengan detail informasi tadi
dan ternyata lomba pidato itu, di kirim lewat video melalui e-mail. Pidato menggunakan
bahasa korea. Akhir pengumpulan video itu nanti bulan oktober mendatang,
berarti kita masih punya waktu 2 bulan untuk berlatih. Kami sangat antusias
dengan kompetisi ini karena 3 orang pemenang akan pergi travelling ke Seoul,
Korea Selatan.
Waktu terus
berlalu, sangat sulit berpidato menggunakan bahasa asing. Pidato menggunakan
bahasa indonesia saja aku masih belum benar, apa lagi bahasa korea bikin mumet
otak. Namun, perlahan - lahan kami mulai bisa berpidato menggunakan bahasa
korea, walaupun masih terbata - bata tapi kami terus berdo'a dan berusaha.
Mimpi kami sudah di depan mata, kami hanya perlu meraihnya sekarang.
Di pagi yang
begitu cerah ini, kami bertiga berkumpul dan menggenggam handphone masing -
masing.
"Siap,
bismillahirrahmanirrahim"
Kami berbarengan
menekan tombol sent, pagi ini kami telah mengirimkan video pidato bahasa korea
melalui e-mail yang di tuju. Rasa cemas, tegang, senang, semuanya campur aduk.
kami tinggal menunggu e-mail balasan, apakah kami lulus atau tidak.
Setiap hari
kami meng-cek e-mail kami, tapi masih belum ada balasan dari pihak
penyelenggara. Kami pun mulai putus asa, sepertinya tidak akan ada balasan.
Akhirnya kami pun mulai melupakan tentang kompetisi itu. Namun tiba - tiba
dering handphone ku berbunyi, bertanda ada pesan masuk. Saat aku melihat
handphoneku ternyata itu adalah e-mail balasan dari pihak penyelenggara
kompetisi bahasa korea. Sontak aku pun langsung berteriak memanggil Vivi dan
Yerin. Merekapun langsung meng-cek e-mail. dan ternyata kita bertiga lolos tahap
pertama kompetisi ini, jadi kita tinggal mengikuti tahap ke dua. Tahap ke dua
ini, para peserta yang lolos harua datang ke Hotel Pullman Jakarta Central Park
pada tanggal 11 November 2017.
Hari itu pun
tiba. kami bertiga berangkat ke jakarta pada pukul 7 pagi. Semangat kami begitu
membara. Karena tinggal 1 tahap lagi kami bisa meraih impian kami. Kami telah
tiba di depan Hotel Pullman Jakarta Central Park, hotel bintang lima, hotel
yang begitu mewah membuat mulut kami sedikit terbuka melihat mewahnya hotel
ini. Setelah melihat takjub dengan kemewahan hotel ini, kami pun mulai mencari
informasi melalui seorang Recepsionist. Kemudian seorang staff mengantarkan
kami ke sebuah ruangan yang lumayan luas dan terdapat sebuah banner bertulisan
" tahap ke-2 kompetisi bahasa korea "
Kami pun langsung bergabung dengan para peserta yang lolos
tahap pertama. Ada 10 orang termasuk kami yang lolos tahap pertama. Di sana
kami di beri instruksi bahwa setiap peserta harus memperkenalkan diri
menggunakan bahasa korea dan bernyanyi lagu korea. Dan apa yang diketahui
tentang korea. Setelah semua peserta selesai. Kami diberitahukan bahwa 3 orang
juara kompetisi ini akan diberitahukan lewat e-mail. Kami sangat cemas, apakah
mungkin mimpi itu dapat kami raih.
Matahari pagi menyambutku dengan sinarnya yang begitu
hangat. Kaki ku melangkah dengan semangat menuju sekolah. Entah apa yang
membuatku sangat bersemangat pada hari ini. Saat langkah ku memasuki ruangan
kelas ku. Aku disambut dengan teriakan Vivi dan Yerin.
“nita
coba deh cek e-mail” seru Vivi
“ihhhh
kenapa”
Dengan
perasaan cemas aku pun mulai melihat kontak masuk di e-mail ku. Sontak aku pun
mulai berteriak. “ ahhhhh, kita jadi ke korea “ perasaan bahagia menghiasi hati
kami bertiga. Sungguh kenyataan yang seperti mimpi.
Waktu keberangkatan menuju negeri gingseng itu pun tiba.
Sekarang saat nya kaki ini melangkah di tanah impian kami, Seoul, Korea
Selatan. Perjalanan dari jakarta menuju Seoul menghabiskan waktu begitu
panjang. Namun tidak membuat kami kehilangan semangat kami. Banyak tempat yang
kami kunjungi disini seperti namsan tower, central seoul mosque atau masjid
sentral seoul. Dan tidak lupa kami memcoba pakaian tradisional korea yaitu
hanbok. Kami juga mencicipi banyak makanan khas korea seperti kimchi,
tteobokki, bibimbap, dan masih banyak lagi. Di dekat sungai han, kami bertiga
mulai menunggu datangnya malam. Kami melihat keindahan senja di langit seoul.
Sungguh sangat indah, ditambah dengan rasa bahagia yang tak kunjung padam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar