Kamis, 19 Oktober 2017

Senja di Langit Seoul



Langit sore memancarkan keindahannya, aku terduduk diam di dekat jendela rumah ku, memandang keindahan alam disore hari. Namaku Niva Liyanta, aku seorang siswi SMA kelas 3. Hidupku dipenuhi dengan mimpi - mimpi yang tidak pasti. Namun aku percaya bahwa hidup itu berawal dari mimpi. Salah satu mimpiku adalah melihat keindahan langit sore di kota Seoul, Korea Selatan. Entah bagaimana perasaanku nanti saat mimpi itu menjadi nyata. Hanya dengan berdo'a dan berusaha, jadi mimpi itu tidak ada yang tidak mungkin.

Aku memiliki banyak sekali sahabat namun hanya ada dua sahabatku yang memiliki mimpi yang sama denganku yaitu Yerin dan Vivi. Kami bertiga sangat berambisi untuk bisa pergi travelling ke negeri gingseng itu. Kami sering sekali menghabiskan waktu bersama dengan mengkhayal bersama. Hanya dengan mengkhayal saja sudah membuat kami sangat bahagia. Apa lagi jika nanti semua itu benar - benar terjadi.

Pada suatu hari, Vivi sedang asyik memainkan handphone nya, tiba - tiba ia berteriak.
"ahhhh nivaaa!!!!!" teriak Vivi yang membuat kaget seisi kelas.
"ada apa sih vi??"
"Niv liat deh ada lomba pidato bahasa korea dan hadiahnya bisa jalan - jalan ke korea"
"ahh yang bener vi??"
Saat aku melihat handphone Vivi, aku pun langsung berteriak histeris. Aku langsung memanggil Yerin, agar Yerin juga ikut histeris. Saat Yerin tahu informasi itu kami bertiga langsung berteriak histeris. Kami melihat dengan detail informasi tadi dan ternyata lomba pidato itu, di kirim lewat video melalui e-mail. Pidato menggunakan bahasa korea. Akhir pengumpulan video itu nanti bulan oktober mendatang, berarti kita masih punya waktu 2 bulan untuk berlatih. Kami sangat antusias dengan kompetisi ini karena 3 orang pemenang akan pergi travelling ke Seoul, Korea Selatan.

Waktu terus berlalu, sangat sulit berpidato menggunakan bahasa asing. Pidato menggunakan bahasa indonesia saja aku masih belum benar, apa lagi bahasa korea bikin mumet otak. Namun, perlahan - lahan kami mulai bisa berpidato menggunakan bahasa korea, walaupun masih terbata - bata tapi kami terus berdo'a dan berusaha. Mimpi kami sudah di depan mata, kami hanya perlu meraihnya sekarang.

Di pagi yang begitu cerah ini, kami bertiga berkumpul dan menggenggam handphone masing - masing.
"Siap, bismillahirrahmanirrahim"
Kami berbarengan menekan tombol sent, pagi ini kami telah mengirimkan video pidato bahasa korea melalui e-mail yang di tuju. Rasa cemas, tegang, senang, semuanya campur aduk. kami tinggal menunggu e-mail balasan, apakah kami lulus atau tidak.

Setiap hari kami meng-cek e-mail kami, tapi masih belum ada balasan dari pihak penyelenggara. Kami pun mulai putus asa, sepertinya tidak akan ada balasan. Akhirnya kami pun mulai melupakan tentang kompetisi itu. Namun tiba - tiba dering handphone ku berbunyi, bertanda ada pesan masuk. Saat aku melihat handphoneku ternyata itu adalah e-mail balasan dari pihak penyelenggara kompetisi bahasa korea. Sontak aku pun langsung berteriak memanggil Vivi dan Yerin. Merekapun langsung meng-cek e-mail. dan ternyata kita bertiga lolos tahap pertama kompetisi ini, jadi kita tinggal mengikuti tahap ke dua. Tahap ke dua ini, para peserta yang lolos harua datang ke Hotel Pullman Jakarta Central Park pada tanggal 11 November 2017.

Hari itu pun tiba. kami bertiga berangkat ke jakarta pada pukul 7 pagi. Semangat kami begitu membara. Karena tinggal 1 tahap lagi kami bisa meraih impian kami. Kami telah tiba di depan Hotel Pullman Jakarta Central Park, hotel bintang lima, hotel yang begitu mewah membuat mulut kami sedikit terbuka melihat mewahnya hotel ini. Setelah melihat takjub dengan kemewahan hotel ini, kami pun mulai mencari informasi melalui seorang Recepsionist. Kemudian seorang staff mengantarkan kami ke sebuah ruangan yang lumayan luas dan terdapat sebuah banner bertulisan " tahap ke-2 kompetisi bahasa korea "

Kami pun langsung bergabung dengan para peserta yang lolos tahap pertama. Ada 10 orang termasuk kami yang lolos tahap pertama. Di sana kami di beri instruksi bahwa setiap peserta harus memperkenalkan diri menggunakan bahasa korea dan bernyanyi lagu korea. Dan apa yang diketahui tentang korea. Setelah semua peserta selesai. Kami diberitahukan bahwa 3 orang juara kompetisi ini akan diberitahukan lewat e-mail. Kami sangat cemas, apakah mungkin mimpi itu dapat kami raih.

Matahari pagi menyambutku dengan sinarnya yang begitu hangat. Kaki ku melangkah dengan semangat menuju sekolah. Entah apa yang membuatku sangat bersemangat pada hari ini. Saat langkah ku memasuki ruangan kelas ku. Aku disambut dengan teriakan Vivi dan Yerin.
“nita coba deh cek e-mail” seru Vivi
“ihhhh kenapa”
Dengan perasaan cemas aku pun mulai melihat kontak masuk di e-mail ku. Sontak aku pun mulai berteriak. “ ahhhhh, kita jadi ke korea “ perasaan bahagia menghiasi hati kami bertiga. Sungguh kenyataan yang seperti mimpi.


Waktu keberangkatan menuju negeri gingseng itu pun tiba. Sekarang saat nya kaki ini melangkah di tanah impian kami, Seoul, Korea Selatan. Perjalanan dari jakarta menuju Seoul menghabiskan waktu begitu panjang. Namun tidak membuat kami kehilangan semangat kami. Banyak tempat yang kami kunjungi disini seperti namsan tower, central seoul mosque atau masjid sentral seoul. Dan tidak lupa kami memcoba pakaian tradisional korea yaitu hanbok. Kami juga mencicipi banyak makanan khas korea seperti kimchi, tteobokki, bibimbap, dan masih banyak lagi. Di dekat sungai han, kami bertiga mulai menunggu datangnya malam. Kami melihat keindahan senja di langit seoul. Sungguh sangat indah, ditambah dengan rasa bahagia yang tak kunjung padam. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar